beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Zulham Dambakan Uluran Tangan

catatan: ingot simangunsong

dzulham

Zulham (26) sudah tidak berdaya. Tubuh kurusnya terbujur lemas di tempat tidur yang sengaja diletakkan di ruang tamu rumah di Jalan Chaidir Blok EE Perumahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan. “Sudah dua bulan lebih saya terbaring,” kata Zulham yang sehari-harinya bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Sukses.

Ia memaparkan, pada 23 September 2008, bersama 29 teman sekerjanya, mereka melaut dengan kapal penangkap ikan Sukses. Seperti lazimnya, mereka melaut selama lima hari. Namun, di hari ketiga, Zulham jatuh sakit dan karena tidak kuat menahan rasa nyeri di bagian perut, ia minta supaya dipulangkan. “Saya tidak dikasih pulang dan disuruh menahan sakit sampai hari penentuan pulang,” kata Zulham.

Ketika ia meminta obat demam, penanggungjawab kapal, tidak memberikan dengan alasan tidak ada obat. “Aneh kan , kapal besar tidak menyediakan persedian P3K. Jadi selama tiga hari anak saya menahan sakit tanpa diberikan obat apapun di kapal,” kata ibunya Rabiah. Anehnya lagi, sesampainya di darat, Zulham yang dalam keadaan sakit, pulang sendiri tanpa diantar siapapun dari pihak pengusaha kapal Sukses. “Saya terkejut, Zulham pulang dalam keadaan sakit,” kata Rabiah.

Karena keluhan di bagian perut yang tidak dapat ditahan lagi, Zulham diboyong ke RS Delima. Tidak ada perubahan, ia dipindahkan ke RS Angkatan Laut dan terakhir mendapat perawatan selama sebulan di RS dr Pirngadi Medan. “Di RS Pirngadi, Zulham tiga kali menjalani operasi. Pertama karena usus bocor, kedua karena tidak bisa buang air besar dan ketiga karena infeksi,” kata Rabiah.

Untuk operasi dan biaya pengobatan yang sudah dikeluarkan keluarga Zulham mencapai Rp 25 juta. “Sudah banyak biaya yang dikeluarkan, belum lagi rencana operasi keempat untuk meletakkan kembali usus yang berada di luar perut ke tempat semula. Masih banyak dana yang dibutuhkan,” ungkap Rabiah.

Zulham mengungkapkan, pihak pengusaha kapal Sukses, belum ada memberikan perhatian terhadap kondisinya yang memprihatinkan. “Kami berharap adanya perhatian pihak pengusaha. Maunya jangan dibiarkan begitu saja,” kata Rabiah yang mengaku pihaknya hanya menerima bantuan partisipasi dari rekan Zulham sebesar Rp 500.000.

Rabiah sangat mengharapkan adanya bantuan pengusaha maupun uluran tangan dari pihak manapun agar beban tanggungan mereka dapat dikurangi. “Janganlah pengusaha hanya butuh tenaga anak saya, dan ketika dia sakit tidak diberikan bantuan apapun,” kata Rabiah.

Belum Ada Tanggapan to “Zulham Dambakan Uluran Tangan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: