beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Antisipasi Kenaikan BBM, DKP Siapkan Paket Kebijakan dan Program

Keputusan pemerintah yang berencana menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 20 %-30 % diyakini akan memberikan dampak secara signifikan terhadap sektor riil, termasuk diantaranya adalah sektor kelautan dan perikanan. Dampak kenaikan tersebut, antaranya adalah: (1) meningkatnya biaya operasi penangkapan ikan sehingga kehidupan nelayan akan semakin berat; (2) meningkatnya biaya produksi usaha budidaya dan pengolahan hasil perikanan; dan (3) berkurangnya hari operasi pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi pada saat pertemuan Forum Stakeholders Kelautan dan Perikanan di Gedung Mina Bahari I, Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta (23/5).

Sebagai ilustrasi, bidang perikanan tangkap didominasi oleh nelayan skala kecil dan menengah dengan jumlah armada penangkapan ikan sebanyak 556.200 unit. Berpijak pada kondisi inilah, kebutuhan BBM untuk sektor kelautan dan perikanan pada tahun 2008 diperkirakan mencapai 2.331.600 kilo liter atau sekitar Rp. 12,89 triliun lebih, (asumsi harga BBM jenis solar mencapai Rp 5.530 per liter naik 28,7% dari harga Rp. 4.300,-) yang terdiri 1.852.200 kilo liter untuk nelayan dan 479.400 kilo liter untuk pembudidaya ikan.

Dalam rangka pengurangan subsidi BBM di sektor kelautan dan perikanan tersebut, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan mengambil langkah-langkah sebagai berikut: (1) pemberian keringanan Pungutan Hasil Perikanan (PHP) kepada perusahaan perikanan yang melakukan usaha penangkapan; (2) meminta kepada Pertamina untuk meningkatkan kuota BBM dalam optimalisasi SPDN (225 unit) yang tersebar di 136 Kab/Kota pada 31 Provinsi dalam melayani kebutuhan BBM nelayan, dan masyarakat perikanan lainnya; dan (3) bantuan langsung tunai masyarakat nelayan yang miskin ke desa pesisir.

Disamping itu, DKP juga akan terus melakukan upaya untuk mengurangi beban masyarakat melalui beberapa kegiatan, antara lain: (1) pengembangan mata pencaharian alternatif untuk nelayan; (2) pemanfaatan energi alternatif (DKP telah mengalokasikan 3.831 unit listrik tenaga surya dan 8 reaktor biogas di 15 Provinsi.); (3) melakukan pembangunan 26 unit SPDN dan pengajuan perizinan ke Pertamina sebanyak 47 unit; (4) menerapan teknologi dan alat bantu penangkapan yang hemat BBM; (5) pengembangan budidaya ikan yang tidak menggunakan BBM; (6) peningkatan kepastian dan stabilitas pendapatan nelayan; (7) pengembangan model desa nelayan mandiri energi; (8) pengembangan biofuel di Cilacap; (9) penyebaran peta fishing ground yang difasilitasi pelabuhan perikanan dan dinas provinsi; dan (10) pemberian bantuan kredit sebanyak 400 pengolah dan pemasar di 10 lokasi masing-masing minimal sebesar Rp. 5 juta.

Selain itu, untuk meringankan beban hidup nelayan dan masyarakat perikanan dibutuhkan dukungan dari seluruh instansi terkait, diantaranya melalui: (1) bantuan operasional sekolah (BOS) di di desa-desa pesisir dari Departemen Pendidikan Nasional; (2) asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin) bagi nelayan dan masyarakat pesisir pada umumnya dari Departemen Kesehatan; (3) Beras Miskin (Raskin) bagi nelayan dan masyarakat pesisir dari Bulog; (4) mendorong peningkatan jumlah dan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk nelayan; dan (5) bantuan-bantuan lainnya yang dapat meringankan beban hidup nelayan dan masyarakat pesisir pada umumnya

Sedangkan untuk jangka panjang, mengantisipasi dampak kenaikan BBM tersebut DKP telah menyiapkan beberapa program sebagai berikut: (2) pemberian subsidi benih, (2) pemberian subsidi es untuk pengolah hasil perikanan, (3) pengembangan setnet sebagai alternatif alat penangkapan pasif dan tanpa BBM, (4) pengembangan perairan umum sebagai salah satu sumber alternatif pemenuhan target produksi melalui pamacuan stok ikan, (5) mengkaji pengurangan kewajiban pembayaran pungutan hasil perikanan (PHP); dan (6) penggunaan biofuel dan energi alternatif lainnya (wind power, electrical power, solar cell).

Jakarta, 23 Mei 2008
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi

ttd

Dr. Soen’an H. Poernomo, MSc.

Belum Ada Tanggapan to “Antisipasi Kenaikan BBM, DKP Siapkan Paket Kebijakan dan Program”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: