beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Petani Sawit Binaan Asian Agri Sudah Lunasi Kredit

catatan
ingot simangunsong

Petani sawit binaan PT Asian Agri Grup di bawah manajemen PT Inti Indosawit Subur Kebun Ukui sudah melunasi 100% kredit yang dipinjam dari bank. Sementara itu, petani sawit di bawah manajemen PT Inti Indosawit Subur Kebun Buatan, tinggal dua kapling lagi yang belum lunas. “Hutang pokok sudah lunas, yang belum tinggal bunganya saja. Diperkirakan dalam dua atau tiga bulan lagi akan segera lunas,” kata Financial Controller Plantation II Asian Agri, Arifin Tjoewito kepada beritamedan.com, baru-baru ini.

Branch Manager Bank Bumiputra, Emma Rukmini, membenarkan hal tersebut. “Pembayaran kredit berjalan lancar dan hasilnya cukup menggembirakan. Karena prospeknya cukup jelas, kami bahkan sudah menawarkan kredit lanjutan, baik itu kredit untuk pengembangan usaha maupun kebutuhan konsumtif,” kata Emma yang menjelaskan bahwa tahun 2002 Bank Bumiputra menyalurkan kredit sebesar Rp 48,5 miliar untuk tiga koperasi unit desa.

Ketiga koperasi yang bernaung pada PT Inti Indosawit Subur itu, masing-masing KUD Pancuran Gading, Tani Sepakat dan Tanah Barohan. Ketika ditanya kenapa Bank Bumiputra demikian yakin menyalurkan kredit, Emma mengatakan, dari hasil survey memang petani sawit binaan Asian Agri sudah layak mendapatkannya.

“Yang membuat kita merasa yakin, lahan yang ditunjukkan itu sudah membuahkan hasil. Jadi, kalau Bank Bumiputra sudah layak memberikan kredit, kenapa tidak,” kata Emma yang menjelaskan pihaknya juga melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap petani sawit, terutama dalam meningkatkan kesadaran untuk menabung.

“Kami juga menganjurkan mereka untuk menabung agar tidak kewalahan ketika menghadapi masa replanting,” kata Emma.

Sementara itu, Alfin Tjoewito mengemukakan, petani yang termasuk dalam program Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA), mendapatkan kredit investasi dari tiga bank, yaitu Bank Bumiputra, Bank BRI dan Bank Agro. Kemudian, petani PIR-Trans mendapatkan kredit investasi dari program Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI).

Dengan pendapatan petani plasma binaan Asian Agri yang sudah cukup lumayan, pihak bank sudah menawarkan beberapa bentuk kredit lainnya. “Pihak bank sudah memiliki keyakinan bahwa para petani sawit dapat mengembalikan kredit tepat pada waktunya,” kata Alfin.

Saat ini, luas lahan petani binaan Asian Agri di Riau seluas 36.500 hektar, dengan rincian luas kebun plasma mencapai 29.600 hektar dengan jumlah petani 14.812 kepala keluarga. Kemudian petani anggota KKPA seluas 6.900 hektar dengan jumlah petani 3.113 kepala keluarga.

Belum Ada Tanggapan to “Petani Sawit Binaan Asian Agri Sudah Lunasi Kredit”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: