beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Sutrini Nyaris Dijual ke Singapura

catatan
fauzi pardede

Sutrini (17 tahun), biasa dipanggil Ririn, Kamis (8/5) berhasil dibebaskan Sabarudin dari cengkraman mucikari di Batam. Putri keenam dari pasangan Kasno (55) dan Saniah (51) itu, nyaris menjadi korban penjualan wanita dengan tujuan Singapura sebagai pekerja seks komersial.

Sutrini memaparkan, dirinya tergiur menerima tawaran seorang wanita berinisial RA warga Kuala Langkat dan S alias Mandor warga Kampung Bandar Binjai Barat untuk bekerja di salah satu restoran di Singapura. “Saya ditawari bekerja sebagai pelayan restoran dengan gaji 5 juta setiap bulan,” kata Sutrini, Sabtu (10/5) di rumah ayah angkatnya Thamrin Purba di Jalan Samanhudi, Binjai.

Mendengar tawaran besar tersebut, Sutrini pun bersedia untuk ikut dengan RA, 26 April 2008 dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air Lines. Sesampainya di Batam, KTP dan paspor Sutrini pun diurus RA. Kemudian Sutrini diberi tempat tinggal bersama pasangan suami istri Iyon dan Idah di Perumahan Laguna. Sutrini mulai merasa curiga ketika nama di KTP dan paspornya berbeda dengan nama sebenarnya. “Nama saya menjadi Surtini, bukan lagi Sutrini,” katanya. Bahkan, ia sangat terkejut ketika pasangan suami istri tersebut, mengingatkan Sutrini agar baik-baik melayani tamu di Singapura.

Dari pasangan suami istri itu juga, Sutrini baru tahu kalau rumah yang ditempatinya merupakan tempat penampungan cewek-cewek yang akan dijual ke Singapura oleh RA. Kecurigaannya semakin bertambah ketika ia diajak beli obat KB dan difoto oleh RA. Setelah tiga hari menetap di Batam, RA berangkat ke Jakarta untuk mencari cewek lain sementara ia tetap tinggal di Batam.
“Saat itulah saya mengirim kabar melalui SMS kepada saudara saya Rajaimbang yang tinggal di Kampung Bandar. Saya katakan melalui SMS kepada Rajaimbang bahwa saya sudah tidak betah di Batam dan saya pesankan untuk menjemput saya ke Batam sebelum saya berangkat ke Singapura,” katanya.

Mendapat SMS dari Sutrini, Rajaimbang mendatangi S alias Mandor dan minta agar adiknya dikembalikan ke Binjai. S alias Mandor menelpon Sutrini dan mengatakan agar bersedia saja kerja di Singapura. “Menurut S alias Mandor kepada saya, tidak ada yang tahu apa pekerjaan saya di Singapura dan dalam sebulan kerja saya bisa beli tanah dan sepedamotor,” kata Ririn menirukan ucapan S alias Mandor yang dikenal sebagai dukun di Kampung Bandar.

“Saya selamat sampai Binjai setelah menerima kiriman uang dari saudara di kampung yang dikirimkan ke rekening Sabarudin di Batam. Sewaktu hendak berangkat pulang ke Binjai saya dikawal oleh anggota TNI bernama Iwan teman Sabarudin, kalo tidak saya tidak mungkin bisa lolos sampai Binjai,” ujar Ririn.

Sayangnya, begitu sampai dengan selamat di Binjai, Sutrini langsung menerima SMS dari RA yang isinya mengatakan dirinya mencuri uang 6.000 Dollar Singapore. “Saat ini saya tidak berani pulang ke kampung karena diancam S alias Mandor yang cukup ditakuti di Kampung Bandar,” kata Ririn seraya mengaku sudah membuat pengaduan ke polisi namun belum ditanggapi.

Belum Ada Tanggapan to “Sutrini Nyaris Dijual ke Singapura”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: