beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Ke mana Ronaldinho?

Ketika Barcelona kalah dari Manchester United pada pertandingan kedua babak semi-final Liga Champions, satu pemain bintang yang absen – Ronaldinho.

Tim Catalunya itu kalah 1-0 dan terlempar dari kejuaraan. Ronaldinho sedang cedera, kata pelatih Barca, Frank Rijkaard. Apakah hasil akan berbeda jika pemain Brasil itu dipasang?

Rijkaard pekan lalu mengatakan dia memperkirakan Ronaldinho akan pindah dari Nou Camp pada akhir musim kompetisi ini.

Yang belum terjawab adalah mengapa hubungan harmonis antara klub handal dan pemain bintang itu sampai rusak.

Ronaldinho belakangan ini jarang dipasang. Ini jelas dilihat sebagai memburuknya hubungan antara Barcelona dan mantan anak emas mereka di saat bintang Brasil itu memudar.

Playmaker yang hebat itu – meski baru 28 tahun – dikatakan tidak fit dan kurang fokus, dan terlalu menyukai gaya hidup hura-hura.

PRESTASI MENURUN
Ronaldinho pindah ke Barcelona pada bulan Juli 2003 ketika prestasi klub Spanyol itu menurun dan dia adalah pemain penting yang berperan mengembalikan pamor mereka.

Dia menggabungkan permainan bola mantap dan taktik cerdik dan menjadi inspirasi bagi Barcelona untuk menyabet gelar juara La Liga pada tahun 2005, yang merupakan kemenangan pertama sejak 1999.

Sentuhan emasnya membantu Barcelona memenangkan dua gelar sekaligus pada tahun 2006, yaitu La Liga dan Liga Champions. Dan pada musim panas tahun itu, pada Piala Dunia di Jerman, Ronaldinho – yang pamornya sudah begitu melambung – tampaknya hampir pasti akan dikukuhkan sebagai seorang ikon.

Tetapi, dia dan Brasil gagal di babak perempat final dan sejak itu Ronaldinho tidak mampu memperlihatkan permainan gemilang yang menjadi ciri sebelumnya.

Ronaldinho terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA Tahun 2004 dan 2005 tetapi pada penghargaan tahun 2006 dia turun ke tempat ketiga dan tempat kelima pada tahun 2007.

Pada tahun 2005, dia juga terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa.

Tetapi dia gagal naik ke tiga besar kedua penghargaan itu dalam dua musim kompetisi terakhir, di mana penurunan prestasinya sangat terasa.

Di arena internasional, dia sempat kehilangan kaos bernomor punggung 10 di timnas Brasil dan untuk pertama kalinya dipasang sebagai pemain cadangan di Barcelona padahal 100% fit, ketika Barca ditahan 1-1 oleh Espanyol pada tanggal 1 Desember 2007.

“Ini mengejutkan,” kata penulis di surat kabar Spanyol El Pais, John Carlin, “seperti dia tiba-tiba tersungkur”.

“Ini tentu sangat memalukan. Dua tahun sebelumnya, dia dielu-elukan sebagai pemain yang akan menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang massa. Tetapi dia gagal tampil meyakinkan pada Piala Dunia 2006.”

JADI DI MANA SALAHNYA?
Kelihatannya, penyebab jatuhnya Ronaldinho adalah dirinya sendiri, dengan sikap, mentalitas dan gaya hidupnya menjadi sasaran kecaman.

Gaya hidup bersenang-senang gaya Brasil dan disiplin teguh yang dibutuhkan untuk menjadi pemain terbaik tampaknya sulit diimbangi.

“Banyak kalangan sangat kecewa, apakah itu penggemar, media atau dewan direktur Barcelona, dengan cara dia menangani penurunan prestasinya,” kata pakar sepakbola Spanyol, Graham Hunter.

“Cara dia menangani kemunduran karirnya kurang dewasa.”

Hobi Ronaldinho mengunjungi klub-klub malam di Barcelona adalah penyebab penampilannya dan hubungannya dengan klub memburuk.

Ketegangan itu terungkap baru-baru ini ketika Ronaldinho mengatakan dia tidak dipasang karena cedera, tetapi Barcelona tidak mengukuhkan alasan itu.

“Dia dan Deco secara terbuka membela hak mereka untuk hura-hura.”

“Alasan mereka adalah bagaimana bersikap profesional dan apa yang mereka lakukan ketika tidak di lapangan adalah urusan mereka sendiri.”

“Menurut saya, masalah muncul karena mereka tidak menangani masalah ini dengan baik, misalanya kapan mereka pergi berpesta, berapa lama dan apa yang mereka lakukan di luar lapangan.”

Graham Hunter menambahkan konflik mengenai aktifitas di luar lapangan ini membuat hubungan Ronaldinho dengan klub tegang.

“Tetapi saat ini Ronaldinho memang benar-benar cedera.”

KOMENTAR DARI DALAM BARCELONA
Meski berbagai gosip beredar tentang masa depan Ronaldinho, presiden Barcelona Joan Laporta menegaskan pada masa jual-beli pemain para bulan Januari bahwa pemain Brasil itu tidak dijual.

“Kami tidak akan menjual Ronaldinho,” tegas Laporta. “Kami tidak berbicara kepada Chelsea, AC Milan atau tim lainnya. Kami membutuhkan Ronaldinho.”

Tetapi pemain itu tetap tidak dipasang dan John Carlin dari koran El Pais yakin jika para pejabat Barca mengeluarkan komentar serupa, orang tidak akan percaya.

Carlin dan pengamat sepakbola Spanyol, Graham Hunter, setuju bahwa hubungan memburuk antara Ronaldinho dan pihak klub adalah pertanda keduanya akan berpisah.

Para penggemar tampaknya juga sudah bosan dengan tingkah laku Ronaldinho. Meski sebagian pemain mungkin ini dia tetap di Barca, keinginan mereka tampaknya tidak akan didengarkan.

Pemain Argentina, Lionel Messi, yang disebut-sebut sebagai pemain yang akan mendapat tahta Ronaldinho jika dia pergi, baru-baru ini mengatakan: “Di Barca, kami ingin semua pemain tetap di klub. Jika dia pergi, saya akan sedih.”

“Dia banyak membantu saya berintegrasi ke dalam tim. Tim mana pun ingin dia bermain untuk mereka. Saya berharap dia akan tetap di Barca.”

BAGAIMANA MASA DEPANNYA?
Karir Ronaldinho melejit di dunia sebelum masalah-masalah yang mengganggu permainannya muncul.

Keahliannya mengolah bola bahkan membuat dia dipuji oleh sebagian penggemar Real Madrid, musuh bebuyutan Barcelona, ketika dia membawa Barca menang 3-1 di Bernabeu pada bulan November 2005.

Diharapkan klub dan tantangan baru akan memicu kembali api semangat di dalam diri Ronaldinho dan dia bisa menemukan kembali karir yang cemerlang di masa depan.

“Dia harus pindah ke tempat lain,” kata John Carlin, wartawan koran El Pais. “Di klub besar seperti AC Milan, dia mungkin bisa bangkit lagi.”

AC Milan sedang berbicara dengan Barcelona untuk membeli Ronaldinho tetapi perundingan mereka terganjal jumlah bayaran.

Chelsea, Manchester City, Tottenham dan Inter Milan juga disebut-sebut tertarik untuk memperoleh Ronaldinho.

Tampaknya jelas bahwa masa kejayaan Ronaldinho sudah lewat tidak membuat klub-klub itu ragu untuk membeli playmaker ini.

“Dia adalah pemain bola yang jenius,” kata Charles Hunter. “Permainannya enak untuk ditonton dan jika dia dalam kondisi prima, level permainan klub akan terangkat lima atau enam poin.”

“Dia memberi para pencinta sepakbola kesenangan yang mendalam dan saya ingin melihat dia beraksi lagi.”

Dan meski beberapa orang di Nou Camp mungkin sudah lupa bagaimana Ronaldinho membantu membalikkan prestasi dan keberhasilan klub, sebagian orang lagi tidak.

“Dia masih mungkin bermain di pertandingan terakhir dan mendapat kesempatan untuk mengatakan selamat tinggal kepada para penggemar,” kata Rijkaard.

“Saya berharap dia bisa terus berkarir dan memperlihatkan kepada semua orang bahwa dia adalah pemain yang hebat. Saya mendukungnya. Saya tidak akan pernah lupa jasanya bagi klub ini.” (sumber:bbcindonesia.com)

Belum Ada Tanggapan to “Ke mana Ronaldinho?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: