beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Inpres soal penghematan energi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan segera mengeluarkan instruksi, inpres, untuk membatasi konsumsi energi bersumber bahan bakar minyak (BBM).

Dalam Inpres itu, antara lain akan diatur kuantitas konsumsi listrik, termasuk jam operasi pusat perbelanjaan. Langkah ini merupakan upaya mengatasi harga minyak dunia yang terus naik.

Namun, rencana ini dikritik penguasaha karena dinilai akan merugikan kegiatan yang justru menggerakkan perekonomian.

Sementara, menurut warga masyarakat, pemerintah justru memberi contoh buruk menghemat energi.

Setelah memberi pidato khusus tentang pentingnya penghematan energi dua hari lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan segera meneken Inpres yang lebih tegas mengatur langkah ini.

Isi Inpres itu antara lain menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini, akan berkisar pada pengawasan konsumsi listrik dan BBM pada berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta.

Di setiap departemen pemerintah misalnya akan ditunjuk inspektur energi yang ebrtugas mengontrol konsumsi listrik, begitu juga di sektor swasta.

Peraturan ini juga akan diberlakukan ke pusat perbelanjaan atau mall agar mengurangi jam operasionalnya untuk menghemat energi.

Mantan Ketua Asosiasi pengusaha ritel yang juga pengelola mall, Handaka Santosa, mengatakan, Inpres semacam ini menunjukkan pemerintah sekadar mengambil kebijakan reaktif.

Bukan pertama
Ini bukan Inpres pertama terkait upaya menghemat energi. Tahun 2005, saat harga minyak dunia melonjak hingga keluar dari perkiraan harga dalam APBN, pemerintah Presiden Yudhoyono juga mengeluarkan inpres serupa.

Selang beberapa bulan kemudian, pemerintah menaikkan harga BBM lebih dari 100 persen. Sejumlah warga Jakarta meragukan efektifitas inpres penghematan energi, karena selama ini justru tidak dilaksanakan oleh pemerintah sendiri.

Pemerintah mengatakan, langkah penghematan BBM diambil pemerintah untuk menghindarkan pilihan menaikkan harga BBM.

Departemen Keuangan diberitakan akan mengkaji kemungkinan kenaikan harga minyak sekitar 30 persen pada bulan Juni.

Belum Ada Tanggapan to “Inpres soal penghematan energi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: