beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Mitos Selaput Dara (1)

Terkadang mitos berkembang menjadi keyakinan yang akhirnya harus terjadi. Sebenarnya mitos adalah suatu dongeng yang sering berisi gambaran peristiwa yang berlebihan atau berkesan di dramatisir. Perkembangan mitos tentang selaput dara, untuk beberapa suku bangsa tertentu dikaitkan dengan upacara ritual.

Ada suku bangsa yang melakukan upacara penghormatan khusus bagi keluarga perempuan yang diawali dengan secarik kain putih berisi percikan darah sebagai bukti kegadisan oleh pasangan lelaki setelah malam pengantin.

Mitos bisa berkembang menjadi imajinasi yang bercampur harapan, hingga jauh dari kenyataan. Dongeng yang berkembang dan dikaitkan dengan upacara ritual adat, jadi bisa dipahami bila dasar penetapannya kurang dilandasi penelitian serta pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Padahal segala yang terkait dengan adat istiadat mendapat tempat khusus dalam benak anggota masyarakat dimana adat itu berkembang.

Selaput dara dalam bahasa Inggris disebut hymen, selaput yang berada di mulut vagina perempuan. Selaput ini tipis dan merupakan membran yang lembut. Sebenarnya membran ini secara biologis tidak berfungsi. Tetapi membran ini memiliki beban kultural yang berat karena keberadaannya dinilai sebagai pembuktian kegadisan seorang perempuan. Padahal saat terjadi hubungan seksual pertama, membran ini bisa terluka atau melentur. Karena memang karakteristik membran ini sangat fleksibel.

Selain itu, “kehilangan” membran dapat terjadi oleh kegiatan fisik yang keras, seperti mengikuti jenis olahraga tertentu. Hasil penelitian pakar dalam bidang seksologi, ditemukan beberapa perempuan sejak lahir tidak memiliki membran. Keberadaan hymen juga tidak selalu membuktikan seorang perempuan belum pernah melakukan hubungan seksual dan masih teruji kegadisannya. Bisa saja hymen baru koyak saat perempuan melahirkan bayinya. Meskipun ada perempuan yang vaginanya baru bisa menerima insersi penis pada saat berhubungan seksual, setelah hymen terbuka karena terluka desakan penis yang cukup kuat.

Berbagai bentuk yang bisa membuat hymen terkoyak. Pengalaman pertama pada perempuan yang mengadakan hubungan seksual tidak selalu menimbulkan rasa sakit yang hebat. Pada dasarnya bentuk selaput dara berbeda secara individual, juga derajat kelembutan serta fleksibilitasnya. Simak beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk selaput dara.

Yang pertama adalah annular Hymen yaitu selaput berbentuk melingkari lubang vagina. Kedua adalah Septate Hymen, selaput ini ditandai beberapa lubang yang terbuka. Ketiga adalah Cibriform Hymen, selaput ini juga ditandai beberapa lubang yang terbuka tetapi lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak. Terakhir adalah Introitus, pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam berhubungan seksual, bisa saja lubang selaputnya membesar, tetapi masih menyisakan jaringan selaput dara.

Jadi pendarahan pada malam pertama memang bisa menjadi bukti bahwa pasangan perempuan masih gadis. Tetapi ternyata ada juga pasangan perempuan yang begitu lihai dan sangat berpengalaman dalam berhubungan seksual, pada malam pertama perkawinannya masih tetap mengalami perdarahan karena sisa selaput dara yang terluka, sehingga ia terkesan masih gadis (virgin).(sumber: perempuan.com)

Belum Ada Tanggapan to “Mitos Selaput Dara (1)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: