beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Misteri Pembunuhan Luther King

Pegiat hak sipil Amerika, Dr. Martin Luther King, dibunuh di Memphis, Tennessee, pada tanggal 4 April 1968. Setahun kemudian, James Earl Ray, mengaku membunuh Martin dan karena pengakuan bersalah itu maka tidak perlu lagi pengadilan yang utuh.

Namun Ray langsung mengubah ceritanya dan sampai meninggal tahun 1998 lalu, dia menegaskan tidak membunuh Dr. King. Dan kalaupun dia yang membunuh, apakah dia hanya sendirian saja? Bagi banyak orang, 40 tahun setelah kematiannya, Martin Luther King sudah menjadi semacam tokoh suci sekuler.

Namun pada tahun 1968, banyak warga kulit putih di Tennessee yang melihatnya sebagai orang yang menakutkan, agitator, dan mungkin seorang penganut Komunisme. Dalam sebuah masyarakat yang secara rasial terpecah, kedatangannya di Memphis untuk mendukung mogok pekerja kulit hitam menjadi sumber kemarahan dan kegelisahan kaum kulit putih. Dan pada saat itu, tidak semua orang di Amerika berduka atas kematiannya.

Versi resmi
Dr. King tewas karena sebuah peluru yang menerjang kerongkongannya tak lama selepas jam 6 sore pada tanggal 6 April, 40 tahun lalu. Saat itu dia sedang berdiri di balkon Motel Lorraine, ngobrol dengan rekan-rekannya tentang rencana makan malam.

Salah satu diantara mereka adalah Jesse Jackson, yang masih berusia 26 tahun dan belakangan menjadi salah seorang calon presiden Amerika Serikat. Dia masih ingat kata-kata terakhir dari Dr Martin Luther King.

“Saya datang dari arah tempat parkir dan dia mengatakan ‘Jesse, kau tidak pakai dasi.’ Saya mengatakan yang dibutuhkan untuk makan adalah hasrat makan, bukan dasi! Dia kemudian mengatakan saya gila dan tertawa,” kenang Jesse Jackson.

“Kemudian dia melihat ke teman yang datang bersamaku, Ben Branch, dan mengatakan ‘Ben anda harus mainkan lagu favoritku malam ini, Precious Lord. Dan kemudian peluru menerjang lehernya dan dia langsung tewas.”

Tangan bayaran?
Versi resmi tentang pembunuhnya adalah James Earl Ray, yang bekerja sendirian. Dengan senapan dia menembak Dr King dari sebuah ruang kecil di belakang sebuah rumah yang terbengkalai di seberang jalan motel. Jesse Jackson berpendapat bahwa itu hanya mengandung setengah kebenaran.

“Saya yakin Ray bukan penembak tunggal. Dia tidak punya uang, tidak punya mobilitas dan tidak punya motif untuk melakukannya. Kenyataan bahwa James bisa keluar dari kota itu dan keluar negeri berarti dia adalah tangan bayaran.”

“Pemerintah yang tampaknya paling punya motif untuk menyerang Dr King,” tambahnya.

Versi resmi itu memang tidak pernah di uji di pengadilan, sehingga Ray menjadi satu-satunya orang yang bertanggungjawab, dan memang awalnya Ray mengakuinya. Dia bukanlah orang yang bersih dari catatan kriminal, dibesarkan dalam keluarga miskin di Missouri dia lari dari penjara setahun sebelum pembunuhan tersebut.

Setelah menembak Dr King, dia keluar dari Mempbis dan terbang ke Kanada serta London. Dia sempat juga terbang ke Lisbon, berharap bisa menjalin kontak dengan para tentara bayaran di Afrika. Tapi dia kembali ke London dan ditangkap di Bandara Heathrow saat akan terbang menuju Brussels.

Sejumlah pertanyaan
Sepertinya masih terdapat sejumlah pertanyaan yang tak bisa terjawab sepenuhnya di balik James Earl Ray. Pertanyaan itu berputar pada apa yang sebenarnya terjadi setelah dia keluar dari penjara dan ditangkap di Heathrow.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
Ray pertama mengaku sebagai pembunuh, tapi apakah pengakuan itu menghentikan seluruh cerita? Penulis dan ahli hukum William Pepper –yang kini menyelesaikan buku ketiga tentang kasus pembunuhan Dr King– berpendapat Ray tidak mendapat nasehat yang tepat dari pembelanya, Percy Foreman.

Foreman mengatakan kepada Ray bahwa jika Ray tidak mengaku maka dia diancam hukuman mati di kursi listrik, walaupun sebenarnya negara bagian Tennessee tidak melakukan eksekusi hukuman mati sepanjang tahun 1960-2000.

Ray juga berupaya untuk mengubah pengakuannya beberapa hari kemudian, namun tidak diijinkan. Jika Ray tidak bersalah, kenapa dia harus lari dari Memphis? Ray selalu menegaskan bahwa dia mendengar di radio dalam mobilnya bahwa polisi sedang mencari seseorang yang mirip dia setelah pembunuhan itu. Sebagai residivis dia tidak mau sampai tertangkap polisi.

Tidak ada yang membantah Ray membeli senjata yang serupa dengan yang digunakan dalam penembakan Dr. King. Tapi untuk apa dan kenapa dia menyewa ruangan di seberang Motel Lorraine? Ray mengaku bahwa saat lari dari penjara dia bertemu dengan seorang pria bernama Raul di Kanada yang kemudian menjebaknya.

Raul, menurut Ray, ingin agar Ray melakukan bisnis senjata dan senapan yang dibeli adalah contoh untuk calon pembeli sedang ruangan yang disewa menjadi tempat pertemuan. William Pepper berpendapat Raul masih hidup dan tinggal di sekitar New York, namun banyak yang meragukan keberadaan Raul dan menuduh Ray mengarang tokoh Raul sebagai alasan.

Ray adalah penjahat teri. Kenapa dia bisa punya uang untuk terbang ke Eropa? Gerald Posner yang meneliti kehidupan Ray yakin bahwa Ray tidak menerima uang muka tapi mendapat bayaran yang besar setelah melaksanakan tugas.

Posner juga mengatakan bahwa Ray sebelumnya punya uang karena berdagang marijuana. Sejumlah orang mengatakan bahwa kebenarannya terletak dalam dokumen-dokumen yang dikunci di FBI. Dan peringatan tewasnya 40 tahun Martin Luther King, serta terpilihnya presiden Amerika yang baru, mungkin akan mendorong dibukanya dokumen tersebut. (sumber:bbcindonesia.com)

Belum Ada Tanggapan to “Misteri Pembunuhan Luther King”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: