beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin: “Ada Kepuasan Batin Dekat dengan Rakyat”

catatan
INGOT SIMANGUNSONG

ibu syamsul

Bincang-bincang santai dengan Ketua TP PKK Langkat Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin yang didampingi putrinya Beby, di Jalan Sukadarma, Medan, ternyata sangat menarik. Saya sudah sering bicara dengan H Syamsul Arifin, namun baru ini mendapat kesempatan berdialog dengan Hj Fatimah Habibie yang cepat akrab dan demikian bersahaja. “Saya merasa senang dan ada kepuasan batin bisa dekat dengan rakyat,” katanya.

Kata-kata itu dicetuskan dengan santai. Kepuasan batin itu, dirasakannya karena dapat bertemu langsung dengan rakyat. Ia mengaku, sangat tidak “menyukai” dengan apa yang sering disebut-sebut perwakilan. “Saya tidak pernah mewakilkan tugas-tugas saya kepada orang lain. Walau mewakilkan itu bisa dan wajar, tapi itu tidak saya lakukan. Saya ingin berdialog dan merasakan langsung, apa yang disampaikan rakyat kepada saya,” ungkapnya.

Artinya, bagi Hj Fatimah Habibie, adalah sangat berbeda “nuansa sentuhan” sebuah masalah kehidupan rakyat di Langkat, jika ia hanya menerima masukan dengan mengandalkan laporan saja. “Saya tidak suka laporan yang hanya sebatas membuat perasaan saya senang. Dengan melihat langsung, saya dapat memberikan gambaran atau putusan terhadap penyelesaian permasalahan yang muncul dalam setiap pertemuan,” kata Hj Fatimah yang mengaku dalam setiap kunjungan ke kecamatan dan desa, ia selalu didampingi sejumlah kepala dinas (di antaranya Dinas Pendidikan, Kesehatan, BKKBN, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa).

Bagi Hj Fatimah mengikutsertakan sejumlah kepala dinas, merupakan bagian dari efektifitas kerja. “Kalau dalam kunjungan tersebut saya ada menemukan sekolah yang tidak terawat, saya minta langsung Kadis Pendidikan untuk memprioritaskan perbaikan sekolah tersebut. Begitu juga dengan masalah-masalah lainnya,” jelasnya. Bahkan, Hj Fatimah menggambarkan, suatu waktu, ada seorang bidan desa tidak bisa memberikan penjelasan atas pertanyaan yang diajukannya. Merasa bidan desa tersebut tidak punya kesiapan, Hj Fatimah meminta Kadis Kesehatan untuk membuat program pembinaan bidan desa.

“Tidak berapa lama, dikumpulkan seluruh bidan desa untuk diberi penyuluhan. Bagaimana mereka bisa menyelesaikan masalah kesehatan di wilayah kerjanya, jika ia tidak menguasai bidang tugasnya,” kata Hj Fatimah yang mengaku merasa sangat terpanggil untuk peduli terhadap masalah rakyat di pedesaan. Ia malah mengungkapkan, bahwa setiap perbaikan yang harus dilakukan di bidang apapun, keberhasilannya tergantung pada sebesar apa kepedulian kita terhadap permasalahan tersebut.

“Kalau kita tidak memiliki rasa kepedulian, bagaimana kita menyelesaikan masalah rakyat,” kata Hj Fatimah sembari menjelaskan sejumlah program kerjanya yang benar-benar menyentuh masyarakat, di antaranya Pos Yandu Lansia, serta Program Hidup Sehat dan Bersih.

ny syamsul

Keluarga Berencana
Sebagai Ketua TP PKK Langkat, Hj Fatimah Habibie juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi Sumut. “Setelah otonomi daerah, peranan BKKBN sudah tidak seperti dulu lagi. Sehingga pengawasan terhadap pelaksanaan program keluarga berencana, menjadi sangat berkurang. Saya khawatir, pertumbuhan jumlah penduduk Sumut akan mengalami pertambahan,” katanya.

Inilah salah satu permasalahan, yang menjadi perhatian Hj Fatimah. Nenek dua cucu yang kelihatan enerjik tersebut, merasa bersyukur karena Pemkab Langkat memberikan perhatian khusus terhadap masalah pertumbuhan pendudukan. Perhatian itu diwujudkan dengan menjadikan BKKBN sebagai sebuah badan yang meneruskan program keluarga berencana di Kabupaten Langkat.

“Jadi, kami secara terus menerus mengingatkan masyarakat di Kabupaten Langkat untuk menjalankan program keluarga berencana. Cukuplah dua anak,” kata Fatimah yang mengaku dalam kunjungannya ke desa pantai, masih menemukan seorang ibu memiliki 5-6 anak.

Fatimah mengungkapkan, program keluarga berencana sangat penting untuk disosialisasikan secara berkelanjutan. “Kalau masyarakat tidak diingatkan pentingnya merencanakan sebuah keluarga, dan merencanakan keidealan memiliki jumlah anak, dikhawatirkan akan berhadapan dengan berbagai masalah di kemudian hari. Yang kasihankan anak-anak, karena kondisi perekonomian keluarga memprihatinkan, mereka tidak punya kesempatan untuk mengecap pendidikan. Dampak dari semua ini kan menjadi sangat luas,” katanya.

Ia memberikan gambaran, masalah keluarga berencana ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan di Provinsi Sumut. “Harus ada keseriusan untuk memikirkannya, karena permasalahan kependudukan ini kaitannya besar sekali dengan kaum ibu. Jika kita tidak menggencarkan pentingnya keluarga berencana, kaum ibu akan semakin rumit memikirkan bagaimana meningkatkan penghasilan keluarga. Khususnya, keluarga di desa maupun pantai, masalah ini perlu diperhatikan,” katanya.

Hidup Sehat dan Bersih
Masalah lain yang menjadi perhatian Ny Fatimah adalah soal hidup sehat dan bersih. Program ini sudah berjalan memasuki tahun keempat. “Saya bersama ibu PKK lainnya senantiasa meluangkan waktu untuk mengunjungi anak-anak di sekolah dasar. Kami memberikan penyuluhan betapa pentingnya hidup sehat dan bersih dari usia sekolah,” kata Ny Fatimah, dalam setiap kunjungan timnya membawa odol dan sikat gigi, roti serta sabun mandi yang disumbangkan kepada anak-anak.

Kedekatannya kepada anak-anak, menjadi perhatian tersendiri. Jika timnya datang ke sebuah sekolah, maka tidak sedikit kaum ibu yang ingin melihat bagaimana Ny Fatimah memberikan perhatian kepada anak-anak. Tidak sungkan-sungkan, ia mau bernyanyi bersama anak-anak tersebut. Bahkan, ia merasa bahwa cara itu merupakan salah satu pola pendekatan yang efektif untuk menggugah anak-anak agar peduli dengan masalah hidup sehat dan bersih.

“Saya selalu memberikan gambaran kepada anak-anak, bahwa mereka akan dapat meraih cita-cita sebagai tentara atau polisi, jika gigi mereka dirawat dengan baik dan menjaga kesehatan dengan cara menyuci tangan dengan sabun sebelum makan. Pesan-pesan ini, akan bisa mereka terima jika penyampaian melalui kedekatan emosional. Salah satu caranya, ya bernyanyi,” kata Ny Fatimah yang menjelaskan ada lagu wajib yang senantiasa dinyanyikan anak-anak tersebut.

Ny Fatimah mengaku, tidak akan pernah berhenti untuk mendekatkan diri dengan rakyat. “Saya merasa bahagia karena setiap desa yang saya kunjungi, kaum ibu begitu besar perhatiannya terhadap kehadiran kami dan program PKK yang disampaikan. Ada kenikmatan tersendiri bisa dekat dengan mereka,” katanya.

Bagi Ny Fatimah, melaksanakan kegiatan, tidak hanya sebatas ingin mendukung kerja suaminya Bupati Langkat H Syamsul Arifin. “Semua yang saya kerjakan, merupakan bentuk kepedulian saya terhadap masyarakat pedesaan. Bentuk kepedulian inilah yang ingin saya gugah, agar masyarakat desa yang tertinggal dari segi pendidikan dan perekonomian, dapat terbantu,” katanya.

Belum Ada Tanggapan to “Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin: “Ada Kepuasan Batin Dekat dengan Rakyat””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: