beritamedan’s Weblog
terdepan untuk kebenaran

Dampak Kenaikan Harga BBM Bagi Kaum Miskin

sumber
Radio Nederland Wereldomroep

Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi memperkirakan orang miskin bisa bertambah 8,55% akibat kenaikan harga BBM sebesar 30%. Selain itu juga bisa mengakibatkan tambahan inflasi 26,94%. Apa sebenarnya dampak kenaikan harga BBM bagi kaum miskin dan apakah tidak ada cara lain yang bisa diterapkan untuk mengatasi beban keuangan negara? Berikut jawaban pakar kemiskinan Institut Pertanian Bogor, Lala Kolopaking.

Lala Kolopaking [LK]: “Dari pandangan saya, pertama daya beli mereka akan jauh menurun. Terutama untuk pangan. Dan dampak yang akan lebih terasa itu di kota. Oleh karenanya perhitungan pemerintah mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat miskin terhadap pangan, itu harus menjadi perhatian.”

“Yang kedua, kalau ada rencana, karena wacananya sudah demikian, bahwa untuk mencegah terjadinya ketidakmampuan akses terhadap pangan, pemerintah tetap menggunakan policy bantuan tunai langsung.”

Mengulangi kesalahan
Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: “Program BLT?”

LK: “Ya. Kalau menurut pandangan saya, selama sistemnya tidak berubah seperti tiga tahun yang lalu, pemerintah sebenarnya tidak belajar mencari model yang lebih baik. Karena saya menilai itu masih belum efektif menyentuh golongan miksin. Boleh jadi dana-dana itu tidak mengenai langsung ke sasaran.”

RNW: “Jadi dengan kata lain, program BLT yang diterapkan tahun 2005 tidak berhasil?”

LK: “Tidak. Malah saya pandang itu dinilai belum efektif. Sehingga pola itu masih tetap diteruskan, perkiraan saya, kita akan mengulangi kesalahan. Karena nampaknya, dari yang diuraikan oleh pemerintah, pola yang lama akan digunakan dengan berbagai modifikasi. Secara mikro dari studi-studi yang kita lakukan, tingkat efektivitas ketepatan itu menjadi persoalan. Tidak terkena golongan miskin.”

RNW: “Menurut Anda apakah tidak ada cara lain daripada menaikkan harga BBM?”

LK: “Kalau dipertanyakan secara mikro, sebenarnya, kalau memang ada peningkatan pendapatan masyarakat melalui jalur aktivitas lain, yang lebih produktif, bukan bantuan, yang langsung ke masyarakat. Kemudian mengefisienkan sumber produksi di Pertamina, dugaan saya hemat efisiensi seperti itu bisa menghindari kenaikan BBM.”

Mengetahui strategi coping
RNW: “Kenaikan harga BBM dan juga kenaikan harga pangan pokok sudah jelas tak bisa dihindari lagi. Langkah apa yang menurut Anda harus diambil untuk menyelamatkan atau membantu kaum miskin Indonesia?”

LK: “Yang pertama perlu menekankan bagaimana coping food yang dilakukan oleh golongan miskin itu dimanfaatkan. Jadi golongan miskin akan mempunyai strategi dalam mengantisipasi bagaimana mereka mendapat akses pangan saat pangan itu berharga tinggi. Contohnya, bisa jadi dia akan mengalihkan jenis pangan tertentu. Misalnya dari beras ke jagung, atau ke tempat lain.”

“Kedua, bisa jadi dia mempunyai pola-pola lain untuk mengurangi konsumsi pangan. Mungkin pola lain dia sampai pada bagaimana menggadaikan aset-aset tertentu. Dengan mengetahui strategi coping tersebut, kita dapat menentukan pada titik mana bantuan itu boleh diberikan pada golongan miskin, dan bagaimana bantuan yang sifatnya untuk meningkatkan produksi, itu boleh kita berikan. Jadi tidak dalam keseragaman.”

RNW: “Jadi apakah kaum miskin sudah tahu tentang strategi itu?”

LK: “Kaum miskin sendiri tidak paham dengan istilahnya. Tetapi mereka sendiri sebenarnya sudah mengembangkan strategi untuk mencukupi pangan mereka saat terjadi kelangkaan pangan. Sering itu tidak dipahami dengan benar oleh pengambil kebijakan. Karena kebijakan umumnya bersifat makro dan seragam. Padahal kaum miskin sendiri, antar daerah, kota, desa, bahkan antar daerah di berbagai propinsi, antar Jawa dan luar Jawa, itu punya strategi yang berbeda-beda.”

“Pemahaman seperti itulah yang harus dikembangkan dan kerja sama antara pusat dan daerah. Saat ini tidak ada upaya bekerja sama pusat dan daerah, karena terus terang seolah-olah dapat menyelesaikan semua persoalan. Itu menjadi persoalan.”

About these ads

6 Tanggapan to “Dampak Kenaikan Harga BBM Bagi Kaum Miskin”

  1. Gila memang pemerintah sebelum menaikan harga BBM tidak merasa kalo masyakat selama ini memang sudah melarat ditambah melarat lagi…gila bener tuh………………

  2. bukan gila tapi buta,,,,….
    gak tau kalo masyarakatnya kelaperan.

  3. Sebagai masyarakat kecil, mau ataupun tidak kita tidak bisa menolak kebijakan yang diambil oleh pemerintah. banyak pihak yang menolak kenaikan harga BBM, demo terjadi dimana-mana. namun, hal ini tidak digubris oleh pemerintahan kita. sedih rasanya saat melihat dampak kenaikan harga BBM di sekitar saya. apalagi di saat yang besamaan di pikiran saya terbersit pertanyaan. “akankah harga BBM naik lg?”. krn harga minyak dunia yang terus melambung. “apa bangsa ini akan menderita lagi?”. mudah2an para penentu kebijakan bisa tersentuh hatinya. tidak hanya sekedar mengmbil kebijakan. tapi, akan lebih baik jika mereka mencoba untuk merasakan. tinggal di gubuk tanpa makan, punya banyak anak dengan gaji yang sangat minim, ataupun ingin memenuhi kebutuhan hidup namuntidak memiliki dana sama sekali.

  4. harus action, bantu rakyat kecil, dong…
    uangnya dari mana?
    supaya tidak merogoh kantong
    atau menghabiskan tabungan hasil kerja keras,

    harus bersedekah
    dari hasil bisnis sampingan,
    dengan potensi penghasilan tak terbatas…

    lihat aja: http://www.profitinthrift.com

    trims…

  5. Sebetulnya menurut saya pribadi, penggantian subsidi BBM dengan bantuan tunai bukanlah yang menyelasaikan karena pada prakteknya di lapangan, seringkali dana BLT tersebut tidaklah sampai ke tangan yang berhak menerimanya…Lagi pula pemberian BLT memberikan kebiasaan rakyat untuk tidak bekerja lebih keras lagi…

  6. saya tidak setuju dengan yang disampaikan oleh sodari ayu wulandari.karena karena BLT akan memberikan kebiasaan masyarakat untuk tidak bekerja lebih keras lagi.

    Masyarakat miskin bukannya tidak mau bekerja keras, tapi mereka hanya bingung bagaimana mencari pekerjaan dizaman sekarang ini.Karena paling tidak, harus memegang izazah s1 jika ingin mendapat pekerjaan. Jadi menurut orang yang kehidupannya tercukupi, dengan di berikannya BLT akan menimbulkan kebiasaan malas bekerja. tapi sebenarnya, bantuan semacam itu sangat diharapkan oleh rakyat miskin. karena kebingungannya mencari pekerjaan di zaman sekarang ini


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: